Tanggal 2-3 Juli bulan lalu, aku dan teman-teman semasa kuliah di ITS mengadakan rekreasi ke Pulau Tidung. Selain untuk menghilangkan kepenatan kerja, kami juga sudah lama tidak rekreasi bersama sejak jaman kuliah dulu🙂 Akhirnya setelah diskusi beberapa kali, diputuskanlah kami ke sana tanggal 2-3 Juli 2011. Kami memakai salah satu EO Pulau Tidung yang tidak bisa kami sebutkan namanya agar nanti tidak ada tuduhan pencemaran nama baik😛 Oya, total kami mengeluarkan Rp 250.000,- 1 orang.

Sabtu pagi, kami berkumpul di pom bensin pelelangan ikan Muara Angke. Rencananya kami naik kapal dari situ. Suasana di kapal ternyata sangat “penuh”. Semua orang duduk berhimpitan dan nyaris tidak ada ruang untuk meluruskan kaki. Bayangkan saja, keadaan seperti itu selama kurang lebih 2 jam perjalanan membelah lautan. Dan yang lebih parahnya lagi, ternyata aku baru tahu kalau aku menderita mabuk laut. Maklumlah, itu pertama kalinya aku naik kapal seumur hidup. Jadi sudah bisa diduga, aku mati gaya sepanjang jalan -__-“

Aku benar-benar lega ketika akhirnya kami sampai di Tidung. Sampai di pelabuhan, kita langsung diarahkan ke penginapan yang ternyata bentuknya adalah rumah warga yang disewakan. Penginapan kami terdiri dari 3 kamar tidur dengan tambahan kasur di ruang tengah dan juga ruang tamu. Tentu saja itu cukup untuk 27 orang. Tapi yang jadi masalah adalah kamar mandi yang ternyata hanya ada 2 untuk 27 orang -__-“

Keprihatinan kami belum selesai sampai di situ. Setelah itu, makan siang diantar ke penginapan kami dan ternyata bentuknya adalah semi prasmanan. Maksudnya, kami bagi-bagi sendiri. Tapi masalahnya piring yang tersedia tidak mencukupi untuk 27 orang. Jadilah akhirnya banyak dari kami yang makan sepiring ber-3 atau ber-4. Akhirnya banyak di antara kami yang masih kelaparan.

Setelah itu, kami bersepeda ke jembatan cinta. Tentu saja diselingi sesi foto-foto😛 Kami juga menyusuri jembatan ke Pulau Tidung kecil. Di sana, kami menikmati matahari terbenam yang sayangnya tidak terlalu terlihat karena langit yang agak mendung. Setelah itu, kami pulang ke penginapan dan menikmati makan malam.

Nah, jam 9 harusnya kami dijanjikan untuk barbeque di pinggir pantai. Tapi ternyata ikan bakarnya malah diantar matang ke penginapan -__-” Waktu itu kami kecewa juga karena seharusnya itu fasilitas yang dijanjikan oleh pihak EO. Dan aku pun tidur awal.

Kami bangun disambut dengan hujan. Beberapa teman yang sudah bangun pagi untuk berburu matahari terbit harus kecewa karena ternyata cuaca tidak mendukung. Setelah sarapan, kami langsung bersiap-siap snorkling ke spot yang sudah ditentukan. Ternyata aku harus menderita karena untuk menuju ke spot snorkling, kami harus naik kapal selama kurang lebih 1 jam. Otomatis aku tidak bisa menikmati perjalanan ke sana. Kabar buruknya lagi, aku pun tidak bisa menikmati snorkling karena goyangan ombak membuatku mabuk -__-” Kira-kira setengah jam kemudian, kami kembali ke kapal. Janjinya sih kita diajak ke spot lain, tapi ternyata kita malah kembali ke penginapan. Jelas saja teman-teman kecewa karena mereka cuma bisa snorkling sebentar.

Tapi mau bagaimana lagi, toh memang kita sudah harus siap-siap untuk pulang. Berhubung cuma ada 2 kamar mandi untuk 27 orang, perebutan kamar mandi pun tidak bisa dicegah. Alhamdulillah akhirnya kami bisa sampai ke pelabuhan tepat waktu. Dan walaupun sudah minum antimo, ternyata aku tetap saja mabuk sepanjang jalan -__-“

Walaupun begitu, terlepas dari fasilitas yang mengecewakan dan juga mabuk laut, rekreasi bersama teman-teman tetap menyenangkan. Semoga lain waktu bisa kumpul-kumpul lagi (ga ke laut tapi).

Memories of Tidung with TC-06