Indonesia adalah negara yang menganut asas demokrasi, dimana pemerintahan dilakukan oleh rakyat, dari rakyat, dan untuk rakyat. Jadi dengan kata lain, rakyat mempunyai kekuasaan tertinggi di negara ini. Untuk menyampaikan aspirasinya, rakyat diwakilkan oleh anggota dewan alias Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang duduk di pemerintahan. Begitulah singkat kata tentang sistem pemerintahan kita.

 

demokrasi ala indonesia (http://kaskus.us)

Yang ingin saya tekankan di sini adalah:

Dalam sistem demokrasi, rakyat mempunyai kekuasaan tertinggi

Jadi dengan kata lain, kalau rakyat bilang iya maka jadilah, tapi kalau rakyat bilang tidak maka ya tidak. Tapi pada kenyataannya, banyak kebijakan pemerintah saat ini yang tidak pro rakyat. Bahkan DPR yang duduk di pemerintahan sebagai wakil rakyat juga sudah tidak pro rakyat lagi. DPR lebih banyak mementingkan kepentingan mereka masing-masing daripada mendengarkan rakyat. Padahal kalau dipikir-pikir, gaji mereka dibayarkan dari pajak yang kita bayar. Begitu juga dengan gaji pejabat yang lain. Ironis…

Pada kenyataannya, justru pemerintah lebih memanjakan pejabatnya daripada rakyatnya. Lihat saja fasilitas yang mereka dapatkan (dari uang negara juga tentunya), dari rumah, mobil, gaji selangit, dan sebagainya. Sedangkan rakyat masih banyak yang tidur di bawah jembatan dan hidup serba susah. Dan bagi mereka ternyata segala fasilitas itu belumlah cukup. Terbukti dari banyaknya kasus korupsi yang terjadi dan pejabat yang terlibat beralasan mereka melakukan itu karena gaji yang mereka terima masih terlalu kecil. Saya tidak habis pikir seperti apa gaya hidup mereka selama ini.

Jelas saja banyak kebijakan yang tidak pro rakyat karena banyak dari pejabat itu yang hidup dalam kemewahan dan lupa rasanya bagaimana jika ada di posisi sebagai rakyat. Ironisnya, yang paling banyak menelurkan kebijakan tidak pro rakyat dan sering meminta fasilitas lebih tak lain dan tak bukan adalah wakil rakyat sendiri, yang dipilih oleh rakyat dan juga dibayar oleh rakyat. Memang tidak semua wakil rakyat seperti itu, tapi mayoritas ya begitulah. Jangan pilih lagi mereka di pemilu berikutnya? Kenyataannya mereka selalu terpilih lagi walaupun sudah berulangkali menunjukkan belangnya di pemerintahan.

Di sini rakyat juga punya sedikit andil dalam bobroknya pemerintahan kita. Apa saja kesalahan kita sebagai rakyat?

  1. Tidak mau mengenal ataupun mencari tahu latar belakang calon wakil rakyat kita sehingga akhirnya kita diwakili oleh orang yang salah.
  2. Mudah tergiur dengan iming2 terutama uang. Dengan uang, akhirnya kita memilih wakil yang salah dan akhirnya merugikan kita sendiri sebagai rakyat. Stop pilih wakil rakyat yang melakukan politik uang.
  3. Cenderung masa bodoh dengan apa yang terjadi di pemerintahan.
  4. Tidak mau bangkit dan terus merasa menjadi korban pemerintahan kita yang bobrok. Wake up guys. Ini negara milik kita. Kita yang membayar pada birokrat itu. Kita yang membayar negara ini. Sudah waktunya kita menyadarkan mereka who’s the boss is.