the lost dog

Apa yang bisa kalian simpulkan dari gambar di atas? Kalo dilihat, itu adalah gambar seorang polisi dan seekor anjing hilang. Polisi itu bilang, seandainya si anjing punya ID, maka dia pasti sudah memulangkan anjing itu ke rumahnya sekarang. Tapi tahukah kalian? Gambar di atas adalah analogi dari seorang manusia yang sedang mencari atau menginginkan sesuatu. Kok bisa?

Kadangkala kita begitu menginginkan sesuatu atau membutuhkan suatu jawaban dari persoalan kita dengan segera. Tapi seringkali dalam proses usaha dan pencarian, kita sering mengalami stuck dan putus asa. Kok ga dapet2 sih? Kok ga ketemu2 sih? Kok gini, kok gitu? Akhirnya yang keluar dari mulut kita adalah keluhan, keluhan, dan keluhan. Hati kita juga dipenuhi keputusasaan karena tak kunjung juga mendapatkan apa yang kita inginkan atau solusi dari permasalahan kita. Padahal sebenarnya jawaban2 yang ada sudah ada di sekitar kita, tapi sayangnya kadang kita mengabaikannya. Seperti gambar di atas kan? Anjing itu berusaha menunjukkan gambarnya di selebaran yang ditempel di pengumuman pada polisi itu tapi polisi itu terlalu fokus dengan anjing itu sehingga tidak memperhatikan papan pengumuman di sampingnya. Seperti itulah juga kita dalam menghadapi masalah.

Kadangkala kita terlalu fokus pada permasalahan atau keinginan kita, sampai2 kita mengabaikan jawaban2 yang sebenarnya ada di sekitar kita. Kita terus berkubang pada masalah dan keinginan kita sehingga secara tidak sadar kita tidak mengijinkan diri kita untuk melihat sisi lain dimana seharusnya jawaban itu berada.

Aku punya sebuah cerita yang mungkin bisa membantu untuk memahami maksud paragraf di atas.

Ceritanya sore ini waktu lagi nganterin mami ke CITO, tiba2 aku kepingin banget kentang gorengnya K-Pot***. Aku tahu letaknya ada di foodcourt tapi aku lupa letak pastinya dimana. Aku muter2 nyari tapi ga juga ketemu. Akhirnya aku nyerah en beli kentang goreng di stan yang ada di depan mataku. Waktu aku lagi nunggu kentangnya digoreng, ga sengaja aku liat kanan kiri dan ternyata sodara2, stan-nya K-Pot*** ada di samping stan tadi. Ya ampun, berarti aku dari tadi ngelewatin tempat itu. Tapi karena kurang sabar dan kurang teliti akhirnya stan-nya kelewatan terus. Tapi ya sudahlah, berhubung udah beli kentang asal itu, jadinya ya walaupun udah ketemu ya ga jadi beli. Dan ternyata ketika aku nyoba kentang yang ini, rasanya beda banget sama kentang K-Pot***. Jadi nyesel deh tadi buru2 mutusin beli itu. Tapi dinimati aja lah, toh udah kadung beli, mau diapain lagi coba. Itung2 dapet teh gratis😀

Ada beberapa hal yang perlu kita ambil dari cerita di atas. Pertama, ketidaksabaran malah membuat apa yang kita cari makin sulit ditemukan dan juga membuat apa yang kita inginkan semakin menjauh. Kedua, kadang di tengah ketidaksabaran akhirnya kita mengambil keputusan tanpa berpikir panjang yang akhirnya malah membuat kita menyesal. Ketiga, kadang ketika kita sudah menyerah atau tidak lagi ngotot mencari, jawaban itu akan muncul dengan sendirinya.   Jadi apa yang perlu kita lakukan ketika menginginkan sesuatu atau membutuhkan solusi daripermasalahan kita?

1. Sabar, jangan terburu-buru, bersyukur, dan ikhlas

Bersabarlah dalam berusaha. Apapun rintangannya, hadapilah. Jangan pernah menyerah. Kadang kita nyari jawaban di google aja ga langsung ketemu jawabannya. Bisa jadi kita perlu nyari sampe halaman belakang2 atau bahkan kudu ganti keyword. Jadi emang ga selamanya segala sesuatu bisa didapatkan dengan instan.

Tapi kadangkala kita sebagai manusia ada masa2 lelah. Ketika sudah lelah, istirahatlah dulu, tapi jangan sekali2 mencoba mengambil keputusan secara terburu2 padahal kita belum yakin pada keputusan kita. Analoginya seperti ketika kita memilih2 baju.

Seseorang seringkali mempertimbangkan banyak hal ketika membeli baju. Misal di toko 1 dia menemukan baju yang cocok dengan harga yang sesuai budget yang dia miliki. Tapi kemudian dia diserang keraguan. Gimana kalau ternyata di toko lain ada baju yang lebih bagus? Gimana kalau ada yang harganya lebih murah? Dan banyak pikiran lainnya. Akhirnya dia memutuskan untuk melihat2 di toko lainnya. Ada 2 kemungkinan akhir dari cerita ini. Dia menemukan baju lain yang lebih oke dengan harga yang lebih murah, dia tidak menemukan baju lain yang lebih ok dan akhirnya memutuskan untuk membeli saja di toko 1 dan kebetulan ternyata baju itu masih belum ada yang membeli, dia tidak menemukan baju lain yang lebih ok dan akhirnya memutuskan untuk membeli saja di toko 1 tapi ternyata baju yang tadi dia incar sudah dibeli orang, atau dia menemukan beberapa pilihan baju yang sama2 bagus yang mengharuskan dia memilih salah satu dari baju2 itu.

Memang, semua pilihan yang kita ambil mengandung risiko. Bisa saja kita langsung memutuskan sesuatu tanpa berusaha melihat opsi lain karena kita sudah yakin pada keputusan kita. Tapi ketika kita tahu opsi lain yang tersedia, kadangkala kita diserang keraguan, bahkan penyesalan ketika ternyata opsi yang lain lebih menarik. Kalau kasusnya pas beli baju sih masih enak. Kita bisa beli beberapa baju sekaligus yang kita suka selama masih ada uang. Tapi kalau masalah kehidupan, kadang kita ga bisa mendapatkan semua yang kita mau. Kadang kita diharuskan memilih salah satu opsi. Nah, terus, kalau udah kadung milih gimana dong? Nah, itulah gunanya poin ketiga: bersyukurlah. Semua opsi pasti memiliki kekurangan dan kelebihannya. Opsi yang kita pilih juga pasti punya kelebihan dibandingkan opsi yang lainnya. Jadi ya dijalani aja dengan sebaik2nya lillahi ta’ala.

Bisa jadi opsi yang ada tidak selalu tersedia untuk kita. Bisa jadi ketika kita mempertimbangkan opsi2 yang ada, beberapa opsi mulai lepas dari hadapan kita. Loh, katanya kudu sabar mempertimbangkan? Kalau opsi2 nya satu2 menghilang, akan memicu ketidaksabaran kan? Memang benar, kadang perasaan takut melanda kita ketika ternyata opsi yang ada tidak selalu tersedia di hadapan kita. Perasaan itu pula lah yang kadang memicu ketidaksabaran. Saat2 seperti inilah poin keempat berguna: ikhlas. Seperti analogi di atas, jika memang baju yang pertama adalah rejeki kita, maka pasti kita akan mendapatkannya. Jika tidak, mungkin belum rejeki kita.

Terus gimana caranya kita bisa tahu bahwa yang kita pilih itu benar? Soalnya kadang pilihan yang benar itu ga selalu enak. Kadang malah pilihan itu membuat kita berdarah2 dan berurai air mata. Kadang pilihan itu juga membutuhkan ketegaran. Yang pasti, pilihan yang benar selalu membawa kita menjadi orang yang lebih baik. Dan untuk menjadi orang dengan kualitas terbaik, kita akan ditempa banyak cobaan dan juga pilihan yang sulit. Karena itulah rajin2 lah juga berdoa agar ditunjukkan pilihan yang terbaik.

2. Berpalinglah dan ikhlaskan

Maksudnya berpaling ini apa ya? Gini, ketika kita sudah berusaha namun tak kunjung dapat dan kita sudah mencari dan berdoa tapi solusi yang diinginkan tak juga muncul atau jika ternyata kita tidak yakin pada semua pilihan yang ada, ada baiknya kita ikhlaskan saja urusan itu pada Allah. Jangan pernah memaksakan diri untuk memilih. Lalu alihkan perhatian kita pada hal2 lain. Misalnya kita seorang pelajar, maka alihkan saja pikiran kita pada sekolah. Perbanyak kesibukan dan hindari melamun. Biasanya nanti kita tak akan lagi terfokus pada masalah kita. Dan tahukah kalian, ketika kita tidak lagi terfokus pada masalah kita biasanya jawaban itu muncul dengan sendirinya tanpa kita minta. Itulah rahasia dan kasih sayang Allah. Dia tidak pernah terlambat memberikan jawaban pada hamba-Nya. Dia selalu tahu saat yang tepat🙂