Hmm…sapa sih yg pingin BBM naik?Gara2 BBM naik, semua harga jadi ikutan naik juga.Dari kebutuhan pokok, makanan, harga baju, harga rumah, dll.Hiks…sebel juga sih sebenernya.Tapi mau gimana lagi.Keputusan itu merupakan keputusan terbaik yang bisa diambil pemerintah.Pemerintah sendiri sudah menanggung risiko yang besar dengan mengambil keputusan itu (SBY terancam tidak akan bisa terpilih lagi sebagai presiden dalam pilpres berikutnya).Jarang ada presiden yang mau mempertaruhkan citra politiknya seperti ini.Tapi saya yakin presiden yang lain pun tidak akan berbuat apa2.
Sayangnya, tidak banyak pihak yang menerima keputusan pemerintah ini dengan lapang dada.Padahal pemerintah sudah mencari banyak cara untuk menghindari kenaikan ini.Tapi berhubung harga minyak dunia naik dan kita di ambang krisis BBM, jadi apa daya, kenaikan tidak akan bisa dihindari lagi.Hal ini sudah disosialisakan oleh pemerintah di berbagai media dari koran, TV, selebaran, dsb.
Tapi seperti saya singgung di atas, lebih banyak pihak yang tidak menerima daripada yang menerima.Hal itu dibuktikan dengan banyaknya demo yang dilakukan oleh pihak2 tersebut.Kalau demo itu dilakukan baik2 sih tidak masalah.Tapi kalau sampai nyaris mendekati tindakan anarki, itu sudah tidak bisa dibilang benar lagi.Seperti yang terjadi di kampus UNAS.Terjadi pertumpahan darah di kampus yang melibatkan aparat kepolisian dan mahasiswa.Bagi saya, keduanya sama2 salah, jadi tidak bisa juga kalo hanya pihak kepolisian yang dituduh melanggar HAM.Bagi saya, mahasiswa2 yang melakukan tindak anarki juga sudah bisa disebut melanggar HAM.Yang saya sayangkan lagi, kenapa mahasiswa yang seharusnya bisa lebih cerdas dalam menyingkapi kenaikan ini, malah melakukan tindak anarki?
Selain tindakan anarki seperti itu, demo yang merugikan banyak orang juga tidak dibenarkan.Contohnya seperti yang dilakukan supir angkutan umum pada Senin kemarin.Mereka mogok beroperasi dan parahnya lagi mogoknya mereka tanpa pemberitahuan lebih dahulu.Jelas saja, Senin kemarin banyak penumpang yang keleleran.Saya sendiri menyaksikannya di terminal Joyoboyo.Melihatnya, saya langsung miris.Padahal, penumpang2 itu sebagian besar bukan aparat pemerintahan yang tidak ada hubungannya tapi mereka malah kena imbasnya.Saya baca di koran tadi pagi sampai banyak siswa dan pegawai yang terlambat dan bahkan juga ada yang sampai menangis karena harus menghadiri wawancara kerja pagi itu.Kasihan sekali kan?