Mungkin di internet sudah banyak artikel yang membahas soal ini. Tapi ga ada salahnya kita saling mengingatkan lagi soal bahaya minyak jelantah.

Minyak jelantah sendiri itu apa sih?

Minyak jelantah adalah minyak goreng yang dipanaskan atau digunakan berulang kali dan telah mengalami perubahan, baik secara fisik maupun kimia yakni dengan adanya perubahan warna dari bening menjadi berwarna gelap dan berbau tengik, serta secara kimiawi mengalami perubahan reaksi hidrolis, oksidasi termal dan polimerasi termal.

Seringkali kita menemui penggunaan minyak ini di warung-warung makanan dan penjual gorengan. Para pedagang menggunakannya karena di samping harganya yang murah, para pedagang juga merasa sayang membuang minyak goreng yang telah dipakai karena harga minyak saat ini meroket. Padahal penggunaan minyak jelantah sendiri berbahaya lho.

Penggunaan minyak goreng berulang kali pada suhu tinggi akan mengakibatkan hidrolis lemak menjadi asam lemak bebas yang mudah teroksidasi, sehingga minyak menjadi tengik dan membentuk asam lemak trans yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan yang berhubungan dengan metabolisme kolesterol yang berujung pada penyakit tekanan darah tinggi dan jantung serta akan membentuk akrolein yaitu suatu senyawa yang menimbulkan rasa gatal pada tenggorokan dan menimbulkan batuk. Selain itu, pengonsumsi minyak ini juga beresiko terkena penyumbatan pembuluh darah dan jantung koroner. Dan yang tak kalah berbahaya, minyak ini juga bersifat karsinogen sehingga bisa menyebabkan kanker.

Mungkin bahaya di atas tidak akan terlihat hanya dengan sesekali mengonsumsi. Tapi bagaimana jika kita mengonsumsinya hampir setiap hari? Zat-zat berbahaya itu akan menumpuk di tubuh kita dan efeknya baru akan terasa.

Lalu, kenapa minyak jelantah masih banyak digunakan dan dikonsumsi?

Dari segi pedagang

Di tengah harga bahan makanan yang semakin meroket, para pedagang makanan harus mencari akal agar harga makanan jualannya tidak ikut naik karena hal itu akan berakibat berkurangnya pembeli. Akhirnya ada pedagang yang mengakali dengan mengurangi porsi makanan. Ada juga yang mengakali dengan menggunakan minyak bekas dan dipakai berulangkali sehingga pedagang tidak harus membeli minyak baru setiap harinya.

Tidak tahukah mereka bahaya minyak jelantah?

Sebagian pedagang sebenarnya tahu bahaya penggunaan minyak jelantah. Tapi mereka lebih mementingkan tidak mau rugi daripada kesehatan pembeli dagangannya. Hal ini cukup memprihatinkan. Ada juga pedagang yang benar-benar tidak tahu bahayanya penggunaan minyak jelantah. Hal ini dikarenakan kurangnya sosialisasi yang dilakukan kepada para pedagang mengenai bahaya minyak jelantah.

Dari segi pembeli

Biasanya pengguna minyak jelantah adalah warung-warung yang menyediakan harga miring untuk makanannya. Warung-warung ini banyak diminati oleh pekerja kantoran dan juga pelajar. Penghematan adalah salah satu alasan mereka memilih warung-warung tersebut kendati warung-warung tersebut menggunakan minyak jelantah yang berbahaya.

Aku sendiri juga seorang mahasiswa yang suka makanan dengan harga murah. Aku juga sering mengunjungi warung-warung murah terutama yang menyediakan ayam goreng kesukaanku. Suatu hari, aku pergi ke sebuah warung dan memesan ayam goreng. Waktu aku melihat minyak yang dipakai mereka untuk menggoreng, aku langsung ngeri. Minyak yang digunakan sudah benar-benar hitam pekat, sampai dasar penggorengan tidak terlihat sama sekali. Ketika aku makan ayamku, rasanya pun sudah terasa aneh. Sejak itu sebisa mungkin, aku menghindari warung semacam itu dan memilih mengonsumsi makanan sehat walaupun agak lebih mahal.

Sungguh disayangkan bahwa pengawasan terhadap penggunaan minyak ini sangat minim. Padahal seharusnya penggunaan minyak ini perlu dicegah. Pada akhirnya, semuanya ada di tangah konsumen. Konsumen harus cerdas dalam memilih makanan yang sehat.

Sumber:

http://www.halalmui.org/index.php?option=com_content&view=article&id=262:tidak-thoyyib-menggunakan-minyak-jelantah-berulang-ulang&catid=93:halal-article&Itemid=428&lang=in

http://www.suarakomunitas.net/?lang=id&rid=19&id=4074