Aku meminta kekuatan dan Allah memberikanku kesulitan untuk membuatku semakin kuat
Aku meminta kebijaksanaan dan Allah memberikanku permasalahan untuk kuselesaikan
Aku meminta keberanian dan Allah memberikanku rintangan untuk kuatasi
Aku meminta cinta dan Allah memberikanku seseorang untuk kutolong
Aku meminta sesuatu dan Allah memberikanku kesempatanMungkin aku tidak selalu mendapatkan apa yang aku inginkan, tapi aku selalu mendapatkan apa yang aku butuhkan
Kata-kata di atas ga sengaja aku temuin entah dimana, aku lupa
.Yang pasti, kata2 di atas merupakan bukti bahwa Allah begitu mencintai kita dengan begitu sempurna. Allah tidak serta merta memberikan apa yang kita minta tapi memberikan kita kesempatan untuk menjadi seperti yang kita minta. Allah ingin kita belajar dari semua proses yang kita lalui karena sesungguhnya proses itulah yang membuat kita kuat, bukan hasil akhir. Dari proses itu juga, kita akan tahu sebenarnya apa yang lebih baik untuk kita jika kita mau membuang semua emosi negatif kita. Setelah itu, hasil akhir pun tidak akan lagi menjadi masalah karena kita sudah tahu bahwa itu yang terbaik.
Gimana cara menghadapinya? Allah sudah menyebutkannya dalam Al-Qur’an di banyak ayat. Sabar dan ikhlas is the way. Sabar menghadapi situasi apapun yang menimpa kita. Ikhlas menerima apapun keputusan Allah untuk kita. Allah tahu yang terbaik untuk kita. Seperti dikatakan dalam Al-Qur’an juga (mungkin ga sama persis
) :
Kadangkala sesuatu yang kita sukai itu tidak baik untuk kita menurut Allah dan kadangkala sesuatu yang tidak kita sukai itu baik untuk kita
Who knows? Karena itu berbaik sangkalah pada Allah. Jangan begitu ngotot mendapatkan yang kita inginkan bahkan sampai menghujat Allah karena tidak mengabulkannya, karena Allah lebih tahu dari kita. Jangan juga begitu menjauhi sesuatu yang tidak kita sukai karena bisa jadi sesuatu itu baik untuk kita. Mungkin justru pikiran negatif kita sendiri yang menghalangi kita melihat kebaikan pada sesuatu itu.
Karena itu, lihatlah dari semua sisi. Jangan hanya memandang dari 1 sisi. Jangan juga menilai diri terlalu rendah apalagi memandang orang lain terlalu rendah karena bisa jadi orang itu jauh lebih baik daripada kita. Lihatlah sesuatu atau seseorang dari sisi baiknya karena selama kita selalu berpatokan pada keburukannya, maka kita tidak akan pernah bisa melihat kebaikannya.
Hehe..itu aja dulu sih. Sebenernya aku nulis ini juga untuk diriku sendiri. Hope I can be a better person
Agustus 28, 2009 at 8:22 am
bagaimana bisa tahu di saat Allah telah memberikan sesuatu yang terbaik buat kita?
padahal setelah berharap dan mendapatkan apa yang kita mau tapi terkadang kita juga tidak jarang untuk kehilangan nya kembali, dan bahkan itu terjadi tidak hanya sekali di dalam hidup kita. Hal ini bisa terjadi pada siapapun dan di setiap masalah apapun yang kita hadapi.
memang sabar adalah sebuah jalan yang arif, namun coba pikirkan apakah tanda-tandanya Allah telah menetapkan bahwa sesuatu yang telah kita dapat adalah benar-benar milik kita sepenuhnya sampai ujung usia kita?
dan juga peristiwa apakah yang mungkin mampu menunjukkan suatu keyakinan yang dapat di rasakan bahwa itu adalah hal terbaik yang telah dianugerahkan sekaligus juga di ridho’i oleh Allah untuk diri kita selamanya?
Karena kita pun tahu Allah hanya akan memberikan tanda pada pikiran dan hati kita untuk meyakininya seiring berjalan nya waktu.
pertanyaan nya adalah dalam bentuk apakah tanda itu datang dalam perjalanan waktu yang panjang selama penantian hidup kita sehingga mampu disadari bahwa itu memang merupakan pemberian Allah yang terbaik untuk kita?, coba renungkan walaupun itu hanya satu tanda saja.
maaf mungkin ini seperti mempertanyakan takdir dan rahasia Allah pada Anda.
terima kasih
Agustus 28, 2009 at 8:46 am
wah…pertanyaannya berat juga…tp sebelumnya maaf kalo jawabanku nanti kurang memuaskan karena jujur aja aku bukan ustadzah…
Yang perlu kamu sadarin pertama adalah “tidak satupun hal di dunia ini yang merupakan milik kita”. Semuanya milik-Nya dan akan kembali pada-Nya. Semua hal yang kita pikir kita miliki itu hanya pinjaman yang sewaktu2 akan dikembalikan kepada yang punya yaitu Allah. Jadi Allah bebas mengambil hal itu kapanpun Dia mau.
Yang kedua soal yang baik buat kita. Patokannya sih, kalo hal itu bisa membuat kita semakin dekat dengan-Nya dan bukannya semakin jauh dari-Nya, maka itulah yang baik untuk kita. Tapi yang baik itu kadang emang ga selalu enak buat kita. Seperti buah pare yang kalo dimakan itu pahit, tapi ternyata dibalik kepahitannya, buah tersebut mempunyai khasiat obat. Pasti dibalik cobaan-entah itu berupa kehilangan, musibah, dsb- ada hikmah tersembunyi yang kita menolak untuk melihatnya karena sugesti kita sendiri, karena prasangka buruk kita kepada Allah.
Jadi, coba aja renungin hikmah di balik semua kejadian ga enak yang pernah kamu alamin baik2 (dengan melihat ke berbagai sisi dan tidak mengedepankan egomu).Pasti ada hikmah di balik itu semua yang nantinya akan menjadikan kamu orang yang lebih baik.
Sori ya kalo ada kata2 yang ga berkenan. Aku juga masih belajar kok jadi saling nambahin aja kalo aku ada yang kurang
Agustus 28, 2009 at 9:31 am
dari jawaban Anda :
“…kalo hal itu bisa membuat kita semakin dekat dengan-Nya dan bukannya semakin jauh dari-Nya, maka itulah yang baik untuk kita. ”
tanya saya, pernahkah anda merasa telah menemukan seseorang (dari teman/sahabat Anda) yang membuat Anda semakin dekat dengan-Nya dan bukannya semakin jauh dari-Nya?(L/P)
cukup sekian saja, jawaban Anda sangat bagus.
terima kasih
Agustus 28, 2009 at 9:34 am
Alhamdulillah sekarang aku nemu banyak temen baru yang baik, yang bisa saling menasehati dan mengingatkan soal kebaikan
Dan aku ketemu mereka setelah ngalamin masalah yang cukup berat. Tapi mungkin itulah bentuk kasih sayang Allah. Berkat masalah itu, aku dipertemukan dengan orang2 yang baik