Kemarin, udah 2 bulan berlalu sejak saat itu. Sebulan yang lalu, mungkin aku akan menulis postingan ini dengan tangisan tapi kini aku bisa menulis postingan ini dengan senyuman yang lebih optimis. Kalau dibilang udah ga sedih lagi sih boong juga ya. Hehe…tapi aku masih tetap bisa bahagia karena masih ada Allah di sisiku. Dia tidak akan pernah meninggalkanku sampai kapanpun.

Sampai sekarang, aku memang masih mencintainya. Mungkin bahkan jauh lebih mencintainya lebih daripada dulu ketika kami masih pacaran. Mungkin orang2 bilang aku aneh. Bahkan dia pun bilang aku keras kepala. Hehe…tapi hati ga bisa boong kan :) Dan aku sama sekali ga mau membunuh perasaanku dengan paksa cuma karena ditolak atau diputusin :P Kalo aku udah menyerah cuma karena digituin, berarti perasaanku ke dia emang segitu doang dong. Hehe…tapi aku bertahan bukan karena ingin membuktikan apapun kok tapi karena aku yakin sama perasaanku.

Tapi walaupun masih cinta, aku sudah ga berharap lagi menjadi pacarnya. Aku sudah cukup senang dan bersyukur dengan keadaan saat ini. Gimanapun sikapnya ke aku sekarang, gimanapun tanggepannya, gimanapun yang terjadi saat ini, aku mensyukurinya. Dulu ketika masih pacaran, dia menelepon setiap hari. Dan kalau dia menelepon cuma sebentar atau tidak menelepon, keselnya minta ampun. Ga bersyukur banget deh pokoknya. Tapi sekarang ketika dia sudah pergi, aku benar2 mensyukuri setiap menit ketika aku punya kesempatan untuk mendengar suaranya. Walaupun sebentar, gimanapun cara dia ngomong ke aku, aku bener2 bersyukur. Setiap bisa mendengar suaranya sekarang, aku bisa menangis saking bahagianya dan aku langsung bersyukur kepada Allah. Alhamdulillah aku bisa mendengar suaranya Ya Allah. Kalaupun dia tidak menelepon, aku juga bersyukur karena itu berarti dia sudah istirahat.

Aku juga sudah cukup senang melihat dia online. Walaupun cuma memandangnya tanpa berani menyapanya, aku sudah cukup senang. Dan aku juga bersyukur karenanya. Alhamdulillah. Aku tidak ingin egois. Yang kuinginkan saat ini hanyalah kebahagiaannya. Aku senang melihat dia bersemangat dan bahagia. Aku senang melihat dia tertawa. Aku senang melihat dia baik2 saja. Walaupun aku tidak bisa melihatnya secara langsung tapi aku percaya Allah melindunginya.

Sekarang aku menjalani hari dengan  bahagia. Banyak hal yang ingin kuraih seperti lulus kuliah dan sebagainya. Dan aku yakin dia disana pun juga sedang meraih cita2nya. Aku percaya Allah akan memberikan yang terbaik bagi hambanya. Patah hati adalah salah satu fase yang harus kulalui dalam hidup tapi berdasarkan pengalaman, aku selalu bisa melewatinya walaupun dengan penuh air mata. Sekarang aku akan melewati fase ini dengan senyuman karena aku yakin semua ini akan segera berlalu seperti yang sebelum2nya. Seperti pagi yang akan selalu datang setelah malam dan  pelangi setelah hujan :)

Allah, terimakasih karena tetap di sisiku dalam keadaan apapun. Tanpa-Mu mungkin aku masih berada dalam keterpurukan dan keputusasaan. Alhamdulillah aku masih mempunyai Dirimu :)