37-puzzleAllah menciptakan manusia dengan berpasang-pasangan. Bahkan salah satu bagian tubuh wanita diciptakan dari bagian tubuh pria (aku lupa yang mana :p). Karena itu ga salah juga kalo dibilang, pasangan ada untuk melengkapi satu sama lain karena manusia tercipta tidak utuh. Kita tidak bisa utuh tanpa orang lain, begitu juga orang lain tidak bisa utuh tanpa kita. Maka wajar jika kita membutuhkan seseorang di samping kita, untuk melengkapi kita karena kita memang belum utuh. Tapi ada juga yang menganggap itu adalah salah satu kelemahan yang harus dihindari. Ya aku ga setuju dengan hal itu karena memang begitulah Allah menciptakan kita. Kalo emang kita bisa hidup tanpa orang lain maka kita bukanlah manusia.

Istilahnya, kita ada sebuah puzzle yang belum bisa terbentuk sempurna tanpa puzzle2 yang lain. Puzzle2 itu sebagian bisa kita temukan di antara orang2 di sekitar kita, seperti keluarga, teman2, dsb. Yang lainnya ada pada diri jodoh kita nanti. Setelah semua puzzle itu terkumpul, maka puzzle kita akan terbentuk sempurna. Yang paling susah mungkin adalah menemukan puzzle terakhir, yaitu orang yang tepat buat kita atau jodoh kita lebih tepatnya.

Aku pikir, aku sudah menemukan puzzle terakhirku setahun yang lalu. Dia adalah orang yang sangat baik. Hidupku yang sebelumnya bahagia, semakin bahagia berkatnya. Dia melengkapi aku yang seperti ini dan aku pikir aku bisa melengkapi dia yang seperti itu. But I was wrong. Maybe he is my puzzle but I’m not his puzzle. Aku ga bisa melengkapinya seperti dia bisa melengkapiku. Salah satu puzzle ku pun menghilang dan aku merasakan kekosongan di hatiku.

Aku memang sudah mengikhlaskan kepergiannya. Aku juga masih bisa bahagia tapi dengannya kebahagiaan itu terasa lebih lengkap. Kepergiannya menyisakan satu rasa sepi di hatiku, rasa sepi yang tidak bisa diabaikan dan juga tidak bisa tergantikan oleh apapun karena bagaimanapun masing2 puzzle mempunyai posisinya masing2. Gimanapun ikhlas dan menerimanya aku, tetap aja kekosongan itu masih terasa. Rindu itu masih terasa, bahkan semakin hari semakin dalam . Dan sedihnya sekarang aku cuma bisa memendam perasaan rindu ini di dalam hati aja. Sekarang aku ga bisa berekspresi sebebas dulu lagi. Jaga perasaannya jugalah :D

Setiap bangun pagi, kesepian itu begitu terasa. Seperti racun yang menjalar ke seluruh tubuhku dengan cepat. Walaupun ga pengaruh ke keseharianku tapi tetap aja sepi itu terasa. Apalagi kalo teringat kenangan indah bersama dia. Rasanya the world just remind me of him. Dimanapun selalu ada bayangannya. Sekarang ketika aku di rumah, waktu aku memandang sofa ruang tamu tempat dia sering duduk, aku seperti melihat dia lagi bener2 duduk di situ dan tersenyum padaku seperti dulu. Ketika aku ga sengaja liat parkiran di depan rumahku, aku seperti melihat mobilnya terparkir di situ. Ketika di kampus, aku juga seperti melihat bayangannya. Kemarin bahkan keinget seminggu yang lalu waktu sama dia. Semua tawa dan sedih itu begitu kurindukan. Aku bener2 kehilangan semua tawa dan sedih itu.Aku sedih karena semua ga akan pernah terjadi lagi.

Sampe sekarang pun aku masih menganggap dia my other puzzle yang melengkapi hidupku. Tanpa dia aku memang masih bahagia tapi rasanya kebahagiaanku itu ga lengkap. Tanpa dia aku juga masih bisa hidup tapi rasanya hidup itu juga ga lengkap. Hati ini masih mencintainya. Belum pernah aku mencintai seseorang seperti ini.

Ya Allah tolong jagalah dia. Berikanlah segala yang terbaik untuknya. Berikanlah ketenangan di hatinya. Hapuskanlah tekanan yang menghimpit dirinya. Hanya kepada-Mu hamba memohon ya Allah.