Loving someone is like caring for a garden, love it too much or too little and it dies, but love it just right and it will live forever

Itu quote yang sederhana banget tapi entah kenapa quote itu bisa membuka mata dan hatiku dalam sekejap. Rasanya kabut yang selama ini menutupi mata dan hatiku langsungĀ  lenyap begitu saja dan aku langsung tertawa terbahak-bahak. Hihihi…aneh ya. Tapi begitulah kenyataannya. Quote di atas benar-benar mengena di hatiku.

Beberapa ini , aku memang berkubang dalam tangis dan rasa bersalah. Aku ngerasa bersalah karena merasa dia pergi karena salahku. Ya memang salahku sih :p Tapi sebenarnya kesalahanku cuma 1 yaitu love him too much. Aku terlalu mencintainya sampai melupakan diriku sendiri dan orang2 lain yang menyayangiku juga. Aku mencintainya bahkan sampai berpikir kalau dia adalah segalanya. Sekarang aku sadar bahwa semua itu salah. Mencintainya secara berlebihan hanya akan membuatnya cepat bosan dan akhirnya pergi. Dan berkat kata2 sederhana itu, aku pun mencoba mencintainya dengan benar yaitu dengan tetap mempertahankan apa yang ada di diriku.

Dan hasilnya, semua rasa sakit, perih, dan sedih yang kurasakan menghilang, tergantikan dengan perasaan bahagia yang tidak pernah kurasakan sebelumnya. Berkat itu juga, aku bisa mengikhlaskan kepergiannya dengan senyuman sekarang. Perpisahan bukan akhir dari segalanya. Sekarang aku tidak lagi menangis jika mengingat kenangan indah bersamanya.

Ternyata ini rasanya mencintainya seseorang dengan benar. Memang sayang aku baru menyadarinya ketika semua sudah berakhir. Tapi entah kenapa jadi atau tidak jadi pacarnya bukan lagi masalah bagiku. Ya aku emang seneng kalo bisa jadi pacarnya dia tapi aku juga masih bisa seneng walaupun ga jadi pacarnya. Aku masih tetap merasa bahagia dengan perasaan ini.

Aku merelakannya bukan berarti aku lemah atau menyerah. Aku masih tetap menyimpan perasaan cinta ini dalam hatiku dan membiarkannya mengalir seiring dengan waktu. Jika dia memang jodohku, suatu hari nanti kami akan kembali lagi. Jika bukan, maka aku dan dia akan mendapatkan yang lebih baik.

Terima kasih ya Allah karena telah membuka mataku. Dan aku juga berterima kasih pada dia karena tanpa perpisahan ini mungkin aku tidak akan pernah belajar akan artinya mencintai secara benar. Sekarang ketawa sepuasnya dulu deh. Hehehe….

Aku masih cinta kamu lho walaupun udah ga berlebihan kayak dulu dan rasanya ternyata jauh lebih menyenangkan :)