Udah berkali-kali aku ngalamin cinta bertepuk sebelah tangan. Tapi jarang-jarang sih yg bertepuk sebelah tangan ama mantan sendiri. Yah, namanya juga mantan, udah tahu baik dan buruk kita jadi bakal lebih susah untuk merajut hubungan lagi. Aku ga memungkiri, aku masih cinta ama dia. Walaupun baru pacaran 1,5 tahun tapi banyak kenangan indah yang terjadi dan aku sedih karena ga bisa mengulanginya lagi. Tapi aku berusaha kuat. Aku ga boleh ngebebanin dia lagi.

Aku memang membiarkan perasaan ini mengalir begitu saja dan juga pasrah kepada Allah, minta diberi ketegaran dan kekuatan. Aku mencoba percaya pada janji Allah yang ga akan pernah membiarkan hamba-Nya menangis. Aku bersujud di malam hari, menangis memohon pada-Nya untuk menghilangkan rasa sakit ini dari hatiku. Perasaan sakit itu mungkin sudah sedikit berkurang dari awalnya suakiit banget sampe ga bisa ngapa2in en sekarang udah bisa beraktivitas seperti biasa lagi. Tapi rasa cinta itu masih ada dan entah kenapa malah semakin menguat.

Dari dulu, aku sadar bahwa dia sangat berarti. Aku begitu menjaganya agar tidak kehilangan dia Dan sekarang setelah kehilangan dia, aku semakin merasa bahwa dia sangat berarti. Sudah setahun ini dia mengisi salah satu ruang di hatiku dan hingga kini pun masih dia yang tersimpan disana. Aku tahu perasaannya padaku sekarang sudah tidak ada lagi tapi aku masih mencintainya dan akan terus mencintainya. Tentu saja aku harus memendamnya karena aku tahu perasaan ini akan menjadi beban baginya.

Aku yakin yang kulakukan ini ga salah. Walaupun dia bakal membenciku karena itu, aku mencoba pasrah. Aku cuma ga pingin membohongi diriku. Aku rela menerima keputusannya walaupun hatiku terasa sakit dengan harapan dia lebih bahagia tanpa aku di sisinya. Aku seneng dia tertawa, tersenyum, dan aku rela menukar apapun untuk melihat senyum dan kebahagiaan di wajahnya.

Bagiku, berubah status hanya hal kecil yang bisa kulakukan untuknya, untuk membuat dia bahagia. Aku tahu, sekarang aku ga bisa melakukan apa2 lagi untuknya. Aku cuma bisa berdoa, terus berdoa, semoga saja dia diberi kemudahan dalam kerjaannya dan kuliahnya. Bahkan aku pun mendoakannya agar mendapatkan orang yang lebih baik agar dia ga kesepian di sana. Aku terus mendoakan kebahagiaannya. Aku yakin Allah mendengar doaku untuknya.

Hatiku masih terasa perih tapi ketika membayangkan wajahnya yg lebih bahagia tanpa aku, aku jadi merasa rasa perih ini bukan apa2. Kebahagiannya membuatku mencoba bangkit karena aku tahu klo dia tahu aku sedih, dia pasti akan ngerasa terbebani dan ngerasa bersalah. Aku mencoba tersenyum lagi setelah beberapa waktu terpuruk.  Aku yakin aku bakal baik2 aja selama Allah ada di sisiku dan selama dia bahagia di sana.

Hehe…mungkin kamu ga akan pernah baca tulisan ini en aku juga ga berharap kamu bakal baca. Aku cuma pingin menuangkan apa yang ada di hatiku aja. Doaku terus terucap untukmu, semoga kamu bahagia.

I love you and I miss you…2 kalimat yang ga mungkin kuucapkan langsung padamu saat ini. Tapi di dalam hati ini, 2 kalimat itu akan terus kuucapkan sambil memandang fotomu yang sedang tersenyum ketika memandangku dulu.

I love you…so much…Sampe detik ini, tetap kamu yang kucintai…