Juni 2009


Melelahkan, itulah yang Via rasakan pada OSPEK kali ini. Tidak hanya menguras tenaga dan waktu tapi juga pikiran. Setiap hari diharuskan mengejar-ngejar senior buat dimintai tanda tangan. Tapi dasarnya emang senior menyebalkan, para senior itu dengan soknya dan angkuhnya menolak taktik gerilya kami para mahasiswa baru untuk berkenalan dengan mereka. Kalau liat muka mereka, bener-bener pingin nonjok rasanya.

“Sabar ya, Vi.” selalu itu yang dikatakan oleh teman sekaligus sahabat Via, Nana, kalau Via sudah mulai mengeluh. Biasanya Via cuma menanggapi dengan helaan napas yang tidak ada putusnya.

Lalu hari ini rencananya mereka akan pergi ke club-club yang ada di kampus untuk meminta tanda tangan para penghuninya. Di kampus mereka ada 5 club. 4 club sudah mereka lalui dengan lancar. Kurang 1 club lagi yang belum. Waktu Via mengajak teman-temannya masuk ke club itu, teman-temannya langsung mengambil langkah seribu dan memilih ngacir. Ya mungkin mereka memang tidak salah sih, karena club yang satu itu memang terkenal angker penghuninya. Tapi bagaimanapun, mereka tetap harus masuk ke club itu karena kalau sampai tanda tangan mereka kurang, seangkatan bakal kena hukuman semua.

Karena itulah Via dan Nana akhirnya memberanikan diri untuk masuk ke club itu. Pertama kali membuka pintu, yang terlihat adalah pemandangan para cowok yang sedang asyik bermain game komputer. Tapi ketika mereka masuk, pandangan para cowok itu langsung teralih pada mereka. Via dan Nana pun langsung membatu.

“Wah, ada maba nih.” celetuk salah seorang cowok dengan postur badan pendek dan kepala plontos. Yang lainnya langsung menanggapi dengan gumaman yang tidak jelas lalu mereka kembali sibuk bermain game lagi.

Via dan Nana saling melirik dengan gugup lalu menganggukkan kepala dan mulai berpencar ke arah cowok-cowok yang berbeda untuk mulai berkenalan.Via memilih berkenalan dengan seorang cowok super kurus yang kelihatan cuek.

“Permisi, kak.”sapa Via hati-hati.

“Eh, iya, ada apa ya?” di luar dugaan, cowok itu membalas sapaannya dengan kikuk.

Via pun memulai taktik SKSDnya untuk berkenalan. Semua hal ditanyakan, dari nama sampai makanan kesukaan. Terakhir, tentu saja minta tanda tangan. Ketika sudah selesai dengan Kak Antok (nama cowok super kurus itu), Via beralih ke cowok-cowok lainnya. Ternyata para penghuni club itu tidak sehoror yang dibilang orang, begitulah kesimpulan Via. Memang wajah mereka kebanyakan agak menakutkan tapi sebenarnya mereka asyik juga.

Ketika Via dan Nana asyik mengobrol dengan para penghuni club, orang itu masuk. Pertama kali melihatnya, Via cuma tertegun. Orang itu berbadan besar dan berwajah agak masam. Dia sama sekali tidak menghiraukan Via dan Nana dan langsung saja duduk di depan komputernya. Via sudah akan beranjak untuk mengajak orang itu berkenalan. Tapi kemudian dia ragu-ragu dan memutuskan untuk tetap di tempatnya sambil sesekali mencuri pandang pada orang itu.

Tak terasa, hari semakin sore. Via dan Nana pun berpamitan untuk pulang. Sebelum menutup pintu club, Via masih sempat memandang orang itu. Entah kenapa wajah orang itu terus terpatri dalam ingatannya hingga dia pulang.

To be continued…

37-puzzleAllah menciptakan manusia dengan berpasang-pasangan. Bahkan salah satu bagian tubuh wanita diciptakan dari bagian tubuh pria (aku lupa yang mana :p). Karena itu ga salah juga kalo dibilang, pasangan ada untuk melengkapi satu sama lain karena manusia tercipta tidak utuh. Kita tidak bisa utuh tanpa orang lain, begitu juga orang lain tidak bisa utuh tanpa kita. Maka wajar jika kita membutuhkan seseorang di samping kita, untuk melengkapi kita karena kita memang belum utuh. Tapi ada juga yang menganggap itu adalah salah satu kelemahan yang harus dihindari. Ya aku ga setuju dengan hal itu karena memang begitulah Allah menciptakan kita. Kalo emang kita bisa hidup tanpa orang lain maka kita bukanlah manusia.

Istilahnya, kita ada sebuah puzzle yang belum bisa terbentuk sempurna tanpa puzzle2 yang lain. Puzzle2 itu sebagian bisa kita temukan di antara orang2 di sekitar kita, seperti keluarga, teman2, dsb. Yang lainnya ada pada diri jodoh kita nanti. Setelah semua puzzle itu terkumpul, maka puzzle kita akan terbentuk sempurna. Yang paling susah mungkin adalah menemukan puzzle terakhir, yaitu orang yang tepat buat kita atau jodoh kita lebih tepatnya.

Aku pikir, aku sudah menemukan puzzle terakhirku setahun yang lalu. Dia adalah orang yang sangat baik. Hidupku yang sebelumnya bahagia, semakin bahagia berkatnya. Dia melengkapi aku yang seperti ini dan aku pikir aku bisa melengkapi dia yang seperti itu. But I was wrong. Maybe he is my puzzle but I’m not his puzzle. Aku ga bisa melengkapinya seperti dia bisa melengkapiku. Salah satu puzzle ku pun menghilang dan aku merasakan kekosongan di hatiku.

Aku memang sudah mengikhlaskan kepergiannya. Aku juga masih bisa bahagia tapi dengannya kebahagiaan itu terasa lebih lengkap. Kepergiannya menyisakan satu rasa sepi di hatiku, rasa sepi yang tidak bisa diabaikan dan juga tidak bisa tergantikan oleh apapun karena bagaimanapun masing2 puzzle mempunyai posisinya masing2. Gimanapun ikhlas dan menerimanya aku, tetap aja kekosongan itu masih terasa. Rindu itu masih terasa, bahkan semakin hari semakin dalam . Dan sedihnya sekarang aku cuma bisa memendam perasaan rindu ini di dalam hati aja. Sekarang aku ga bisa berekspresi sebebas dulu lagi. Jaga perasaannya jugalah :D

Setiap bangun pagi, kesepian itu begitu terasa. Seperti racun yang menjalar ke seluruh tubuhku dengan cepat. Walaupun ga pengaruh ke keseharianku tapi tetap aja sepi itu terasa. Apalagi kalo teringat kenangan indah bersama dia. Rasanya the world just remind me of him. Dimanapun selalu ada bayangannya. Sekarang ketika aku di rumah, waktu aku memandang sofa ruang tamu tempat dia sering duduk, aku seperti melihat dia lagi bener2 duduk di situ dan tersenyum padaku seperti dulu. Ketika aku ga sengaja liat parkiran di depan rumahku, aku seperti melihat mobilnya terparkir di situ. Ketika di kampus, aku juga seperti melihat bayangannya. Kemarin bahkan keinget seminggu yang lalu waktu sama dia. Semua tawa dan sedih itu begitu kurindukan. Aku bener2 kehilangan semua tawa dan sedih itu.Aku sedih karena semua ga akan pernah terjadi lagi.

Sampe sekarang pun aku masih menganggap dia my other puzzle yang melengkapi hidupku. Tanpa dia aku memang masih bahagia tapi rasanya kebahagiaanku itu ga lengkap. Tanpa dia aku juga masih bisa hidup tapi rasanya hidup itu juga ga lengkap. Hati ini masih mencintainya. Belum pernah aku mencintai seseorang seperti ini.

Ya Allah tolong jagalah dia. Berikanlah segala yang terbaik untuknya. Berikanlah ketenangan di hatinya. Hapuskanlah tekanan yang menghimpit dirinya. Hanya kepada-Mu hamba memohon ya Allah.

Seminggu itu ga terasa ya? Hehe, gaya banget aku ngomong kayak gini. Padahal kemarin2 aku tuh kayak orang linglung. Wakakaka…tapi biarlah itu terjadi kemarin. Yang penting kan sekarang aku bahagia. Hehe…Aku emang ga memungkiri kalau aku masih mengingat semuanya dengan jelas. Saat2 bersamamu dari setahun setengah kurang (kepanjangan kayake :p) yang lalu sampai seminggu yang lalu. Emang ga semuanya bahagia tapi aku merasa bersyukur pernah mengalami saat2 itu bersamamu. Seumur hidup aku ga akan pernah melupakan saat2 itu. Saat tawa, saat tangis, bahkan saat2 kita tengkar. Emang aku bakal merindukan saat2 itu lagi tapi semua kenangan itu akan kusimpan sebagai harta karunku yang berharga.

Kejadian seminggu yang lalu telah mendewasakanku perlahan-lahan. Perasaan ini tetap ada tapi mungkin ga seperti dulu dan aku menganggap perasaan ini sebagai anugerah terindah dari Allah karena cinta adalah salah satu ciptaan-Nya dan berbahagialah orang2 yang bisa merasakan cinta di hatinya.

Aku ga memungkiri kalo aku merindukannya saat ini. Tapi biarlah rindu ini hanya terucap di hati aja. Kalau boleh ngomong sih maunya ngomong tapi mending ga deh kayaknya. Hehe…Tapi walaupun aku bukan siapa2nya lagi, bukan berarti aku ga boleh mencintai dan merindukannya kan? Aku yakin ga ada salahnya dengan itu. Toh juga sekarang aku udah bisa mencintainya di jalan yang benar (baca artikel di bawah) en aku juga ga lagi merana karenanya. Malah aku mensyukuri adanya perasaan ini di hatiku karena ini pertama kalinya aku mencintai seseorang dengan ikhlas tanpa mengharapkan apapun sebagai balasannya. Dulu sih biasanya kalo bertepuk sebelah tangan, nangis2 darah setiap hari (termasuk kemarin2 juga sih…hehe..). Tapi sekarang aku bener2 ngerasa ringan. Ga ada beban apapun. Ga ada keharusan untuk memiliki. Ga ada perasaan kesal, marah, ataupun benci. Yang ada hanya rasa tenang dan bahagia.

Loving someone is like caring for a garden, love it too much or too little and it dies, but love it just right and it will live forever

Itu quote yang sederhana banget tapi entah kenapa quote itu bisa membuka mata dan hatiku dalam sekejap. Rasanya kabut yang selama ini menutupi mata dan hatiku langsung  lenyap begitu saja dan aku langsung tertawa terbahak-bahak. Hihihi…aneh ya. Tapi begitulah kenyataannya. Quote di atas benar-benar mengena di hatiku.

Beberapa ini , aku memang berkubang dalam tangis dan rasa bersalah. Aku ngerasa bersalah karena merasa dia pergi karena salahku. Ya memang salahku sih :p Tapi sebenarnya kesalahanku cuma 1 yaitu love him too much. Aku terlalu mencintainya sampai melupakan diriku sendiri dan orang2 lain yang menyayangiku juga. Aku mencintainya bahkan sampai berpikir kalau dia adalah segalanya. Sekarang aku sadar bahwa semua itu salah. Mencintainya secara berlebihan hanya akan membuatnya cepat bosan dan akhirnya pergi. Dan berkat kata2 sederhana itu, aku pun mencoba mencintainya dengan benar yaitu dengan tetap mempertahankan apa yang ada di diriku.

Dan hasilnya, semua rasa sakit, perih, dan sedih yang kurasakan menghilang, tergantikan dengan perasaan bahagia yang tidak pernah kurasakan sebelumnya. Berkat itu juga, aku bisa mengikhlaskan kepergiannya dengan senyuman sekarang. Perpisahan bukan akhir dari segalanya. Sekarang aku tidak lagi menangis jika mengingat kenangan indah bersamanya.

Ternyata ini rasanya mencintainya seseorang dengan benar. Memang sayang aku baru menyadarinya ketika semua sudah berakhir. Tapi entah kenapa jadi atau tidak jadi pacarnya bukan lagi masalah bagiku. Ya aku emang seneng kalo bisa jadi pacarnya dia tapi aku juga masih bisa seneng walaupun ga jadi pacarnya. Aku masih tetap merasa bahagia dengan perasaan ini.

Aku merelakannya bukan berarti aku lemah atau menyerah. Aku masih tetap menyimpan perasaan cinta ini dalam hatiku dan membiarkannya mengalir seiring dengan waktu. Jika dia memang jodohku, suatu hari nanti kami akan kembali lagi. Jika bukan, maka aku dan dia akan mendapatkan yang lebih baik.

Terima kasih ya Allah karena telah membuka mataku. Dan aku juga berterima kasih pada dia karena tanpa perpisahan ini mungkin aku tidak akan pernah belajar akan artinya mencintai secara benar. Sekarang ketawa sepuasnya dulu deh. Hehehe….

Aku masih cinta kamu lho walaupun udah ga berlebihan kayak dulu dan rasanya ternyata jauh lebih menyenangkan :)

Hehe…kenapa ya, perasaan lagi sakit gini malah pingin nulis terus? Kemarin2 pas bahagia malah ga nulis. Emang aneh aku ini. Ya aku ga tahu sih pingin nulis apa. Akhirnya cuma pingin ngomongin lagu2 yg  ada di pleylist ku saat ini. Total ada 26 lagu yang kudengerin saat ini :

  • Anang dan Krisdayanti – Tak Pernah Menyesal
  • Yovie & Nuno : Menjaga Hati, Sempat Memiliki
  • Warna  – Kisah Terindah
  • The Rain – Terlalu Indah
  • Tangga – Kesempatan Kedua
  • SOS – Seberapa Pantas
  • Samson – Kenangan Terindah
  • Ratu – Salahkah Aku Terlalu Mencintaimu
  • Peterpan – Semua Tentang Kita
  • Padi – Ode
  • Nidji – Jangan Lupakan
  • Juliette – Lagi Terluka
  • Five Minutes – Bertahan
  • Cokelat – Luka Lama
  • Dewa – Risalah Cinta
  • Ada Band – Setengah Hati
  • Dewi Sandra – Kapan Lagi Bilang I Love You
  • Brian Adams – Please Forgive Me
  • Britney Spears – From The Bottom of My Broken Heart
  • Duncan S. – Halflife
  • Celine Dion – To Love You More
  • Brian McKnight – One Last Cry
  • MLTR – Nothing to Lose
  • Muse – Unintended
  • Simple Plan – Perfect

(lagi…)

Halaman Berikutnya »