Oktober 2008


Untuk kali ini…ga ada isinya…

I’m awake in the afternoon
I fell asleep in the living room
it’s one of those moments
when everything is so clear

before the truth goes back into hiding
I want to decide ’cause it’s worth deciding
to work on finding something more than this fear

It takes so much out of me to pretend
tell me now, tell me how to make amends

maybe, I need to see the daylight
leave behind the half-life
don’t you see I’m breaking down?

Oh lately, something here don’t feel right
this is just a half-life
is there really no escape?
no escape from time
of any kind

I keep trying to understand
this thing and that thing, my fellow man
I guess I’ll let you know
when i figure it out

And I don’t mind a few mysteries
they can stay that way it’s fine by me
But you are another mystery i am missing

It takes too much out of me to pretend

maybe, I need to see the daylight
leave behind the half-life
don’t you see I’m breaking down?

Oh lately, something here don’t feel right
this is just a half-life
is there really no escape?
no escape from time
of any kind

well come on lets fall in love
well come on lets fall in love
come on lets fall in love
again

’cause lately something here don’t feel right
this is just a half-life,
without you I am breaking down

Oh wake me, I want to see the daylight
save me from this half-life
let’s you and I escape
escape from time

well come on lets fall in love
well come on lets fall in love
come on lets fall in love
again

Lagi-lagi di bulan Oktober, aku kudu berurai air mata (lagi).Aku ga tahu, apa ini semacam kutukan atau gimana.Harusnya aku tahu dari dulu, aku pasti bakal terluka lagi kayak gini.Tapi tetep aja aku nekat dengan banyak harapan kalo untuk kali ini aku ga akan gagal.Tapi ternyata, emang ga akan ada yg tahan sama aku.Semuanya ninggalin aku pada akhirnya.

Kadang aku berpikir, kalo dicintai seseorang lebih dulu, aku ga akan terluka pada akhirnya.Tapi ternyata sama aja.Ya gimana lagi…mungkin emang nasibku dah kayak gini.Kayaknya aku harus mulai berpikir untuk menjadi sufi en ga nikah seumur hidup walaupun nikah itu ibadah.

Ketika aku jatuh cinta pada seseorang :

  1. Aku selalu memikirkannya setiap waktu.Selalu berusaha memastikan kalau dia baik-baik saja.Selalu memikirkannya ketika bangun tidur dan sebelum tidur di malam hari
  2. Aku selalu berusaha menyenangkan dirinya.Senang rasanya melihat dia bahagia dan tersenyum menerima apa yang kita berikan apalagi kalau ternyata sesuatu itu berguna baginya dan selalu dia pakai
  3. Aku selalu ingin dia bahagia.Sakit rasanya ketika tahu kalau dia tidak bahagia apalagi kalau sebab ketidakbahagiaannya karena diriku.Apapun akan kulakukan untuk membuatnya bahagia.
  4. Aku berusaha menjadi seseorang yang baik untuknya.Seseorang yang bisa mengerti dirinya dan seseorang yang bisa lebih dicintai olehnya.
  5. Aku selalu ingin berada di sampingnya.Bisa melihatnya sesering mungkin.Ingin ada di sampingnya ketika dia butuh.Ingin menopangnya ketika dia tidak bisa berdiri.Ingin selalu bisa berguna untuknya
  6. Aku selalu ingin dinomorsatukan olehnya atas segalanya.

Hmm…patokan jelas bagaimana ciri-ciri kita mencintai seseorang memang tidak ada.Kadangkala kita punya keyakinan tersendiri tentang bagaimana kita mencintai seseorang, seperti aku.Tapi seiring waktu, aku tahu kalau cara mencintaiku itu salah.

Poin pertama :

Fact : Memang wajar kalau kita selalu memikirkannya.Tapi kalau berlebihan, hal ini bisa menjurus ke sifat protektif yang menjurus ke arah tidak sehat.Kita bakal selalu minta dia melaporkan segala sesuatunya dan mungkin bakal membuat dia gerah.Kita bakal menjadi sosok yang menyebalkan.Kita kan bukan atasannya dan dia bukan bawahan kita.

Advice : Cobalah memikirkan hal lain selain dia.Pasti banyak kan yang bisa dipikirin untuk mengalihkan pikiran kita sejenak dari dia (ex : tugas).Lagian dipikir-pikir juga belum tentu juga kan dia mikirin kita seperti kita mikirin dia.

Poin Kedua :

Fact : Kalo poin ini sih hal wajar…(any comment???)

Poin Ketiga :

My Version : Sejauh mana pengorbanan itu dianggap wajar? Kalau menurutku sih untuk cinta sejati, ga ada batasan tertentu dalam hal berkorban.Mengorbankan perasaan untuk orang yang dicintai agar dia lebih bahagia? Why Not…Konsekuensinya bisa banyak hal.Bisa saja kita malah dibenci karena dia tidak mengerti maksud baik kita.Tapi sekali lagi, itu risiko kan? Kali aja dia malah menjadi lebih bahagia.Tapi sayangnya, aku tidak cukup kuat untuk menanggung risiko itu.

Question : Salah ta kalau kita cuma ingin dia bahagia walaupun mengorbankan keinginan kita??

Poin keempat :

Fact : Berubah menjadi lebih baik? Kenapa ga? Apalagi kalau ternyata itu membuat hubungan kita menjadi lebih baik lagi.Tapi perubahan itu ga bisa cuma dilakukan oleh salah satu pihak.Masing-masing pihak harus mau berubah.Berubah bukan berarti menghilangkan diri kita yang sesungguhnya.Kita harus bisa memilah-milah mana hal yang harusnya diubah dan mana yang tidak.Kita juga ga boleh menjadikan seseorang menjadi seperti yang kita mau dan sebaliknya karena itu berarti kita nggak mencintai dia apa adanya.

Advice : Cobalah berubah untuk menjadikan hubungan menjadi lebih baik.Kalau masing-masing pihak mau berubah pasti hubungan akan lebih terpelihara.Saling pengertian juga harus terbina di antara masing-masing pihak.Jangan sampai kita ingin dimengerti sementara kita tidak mau mengerti.Jangan mendikte sesuatu kalau kita tidak mau didikte hal yang sama.Cobalah bersikap adil.

Poin kelima :

Fact : Menurutku ini juga hal yang wajar…

Poin keenam :

Fact : Ini jelas-jelas egois tingkat tinggi.Harusnya kita tahu kalau dalam kehidupan dia bukan cuma ada kita tapi ada hal lainnya.Begitu juga dalam kehidupan kita sendiri.

Advice : Cobalah untuk mempunyai kesibukan tersendiri.Menganggur hanya akan membuat kita manja padanya dan selalu membuat kita ingin diperhatikan.

Fact of All : jangan mencintai seseorang secara berlebihan…

Sungguh ku sesali
Nyata cintamu kasih
Tak sempat terbaca hatiku
Malah terabai olehku

Lelah ku sembunyi
Tutupi maksud hati
Yang justru hidup karenamu
Dan bisa mati tanpamu

Reff:
Andai saja aku masih punya
Kesempatan kedua
Pasti akan ku hapuskan lukamu
Menjagamu, memberimu segenap cinta

Ku sadari tak selayaknya
Selalu penuh kecewa
Kau lebih pantas bahagia
Bahagia karena cintaku

Back to reff

Kau bawa bersamamu
Sebelah hatiku separuh jiwaku
Yang mampu sempurnakan aku

Back to reff [2x]

Halaman Berikutnya »