jump to navigation

Nilai Blogku Februari 5, 2010

Posted by Neng Farah in ga penting.
1 comment so far

Hari ini aku iseng2 nyoba buka2 web yang nyediain web value calculator. Situs pertama yang kucoba adalah www.websitevaluecalculator.com. Pas liat hasilnya, ternyata blog ku cuma bernilai $78 aja…wakakaka…Ya jelas aja sih. Blog ku ga punya linkĀ  ataupun banner iklan yang bisa memberiku penghasilan. Pengunjungnya paling banter cuma dari Indonesia aja. Masih males bikin blog pake bahasa inggris yang lebih mendunia :P

Terus web kedua yang kucoba adalah www.yourwebsitevalue.com. Hasilnya malah lebih parah lagi. Cuma bernilai $10…wakakaka…

Tapi ya sudahlah. Toh, aku nulis blog bukan buat tujuan komersil. Aku cuma pingin tulisanku dibaca banyak orang. Syukur2 kalo banyak yang suka :D


My site is worth $78.
How much is yours worth?

Jelaslah Sudah Kenapa Indonesia Tidak Maju-Maju Januari 31, 2010

Posted by Neng Farah in just another words.
2 comments

Sekali-sekali pingin juga rasanya mengulas topik yang rada serius. Kebetulan sekarang lagi hangat2nya isu tentang kemewahan yang diterima para pejabat kita yang ‘terhormat’. Memang sih, percuma aja ngebahas soal itu lagi. Toh, pemerintah juga seolah tutup telinga sama protes kita semua. Tapi ga ada salahnya juga kita telusuri lagi topik ini.

Sebenernya kisah ini hampir selalu terulang di tiap pemerintahan. Siapa pun presidennya, tetep aja kayak gitu. Tapi akhir2 ini hal itu terdengar semakin marak, semenjak Pak X (ga mau sebut nama, ntar kena pasal pencemaran nama baik) terpilih sebagai presiden untuk kedua kalinya.

Dimulai dari mobil dinas baru para pejabat kita:

Berita di atas dikutip dari detiknews. Selain berita di atas, masih banyak lagi berita di detiknews yang membahas soal itu. Emang seperti apa sih Toyota Crown yang dihebohkan itu? Rinciannya bisa dilihat di kompas. Dari artikel itu, tentu saja jelas yang membuat kita semua kebakaran jenggot adalah harganya yang katanya mencapai 1,3 M dan juga tingkat keborosan BBM-nya. Dengan alasan Toyota Camry yang dipakai udah sering ngadat (OMG, Camry kan masih termasuk keluaran baru), pemerintah pun membenarkan pengadaan mobil baru itu. Jadi penasaran, kenapa sih para pejabat ini ngebet banget pake mobil mewah? Padahal di beberapa negara lain yang lebih maju dan makmur ga sampe segitunya. Seperti pernah diberitakan dalam Sinar Indonesia Baru:

Jadi kenapa para pejabat kita memilih mobil mewah, bukannya mobil biasa2 aja tapi lebih hemat BBM dan biaya perawatannya? Ada kesan bahwa pemerintah kita ingin menunjukkan bahwa negara kita ga kere dengan menonjolkan penggunaan mobil mewah di depan negara lain. Tapi kenyataannya? Pendapatan per kapita kita masih jauh dibandingkan Malasyia sekalipun. (lagi…)

Salah Sambung Januari 15, 2010

Posted by Neng Farah in ga penting.
1 comment so far

Aku punya 1 nomor yang katanya orang2 cantik. Selama pake nomor itu selama 7 tahun, sering banget aku nerima telepon yang salah sambung. Malah telepon salah sambung ini kalo diitung2 lebih banyak daripada yang nyari aku beneran (LOL). Mungkin ini hal biasa sih tapi kadang ada juga yang rada lucu.

Dulu pernah ada ibu2 telepon nyari Pak X. Aku bilang salah sambung en ibunya minta maaf lalu teleponnya ditutup. Terus beberapa detik kemudian ibunya telepon lagi. Dia nanyain hal yang sama dan aku pun menjawab hal yang sama. Tapi kali ini si ibu terus bersikukuh bahwa nomorku adalah nomornya Pak X dengan membaca berulang2 nomor yang ada di catatannya. Dengan rada lelah, aku bilang entah untuk yang keberapa kali kalau ibu itu salah sambung en akhirnya ditutup juga teleponnya. Kalau ga salah sih, setelah itu ibu itu telepon lagi. Tapi kali ini ga aku angkat :P

Terus ada juga yang nyari Pak Z. Awal2 ngangkat telepon langsung pede ngira aku temennya Pak Z en nanyain aku soal Pak Z (batinku, “lha dirimu tanya aku, aku tanya sapa?”). Ya langsung aku jawab salah sambung seperti biasa. Walaupun udah kujawab gitu, orang ini masih aja tanya, “Ooo…bukan temennya Pak Z ya?” sampe berkali2. Padahal aku udah jawab, “bukan” (juga berkali2). Akhirnya setelah muter2 ga jelas, dia nutup telepon.

Ada juga tiba2 anak kecil yang nelepon. Pas aku bilang, “Haloo”, ni anak malah manggil mamanya, “Ma, ini sapa ma di telepon?” (batinku, “lha, tadi yang mencet nomer sapa coba?”). Di belakang, aku bisa denger si anak dan ibunya berdebat selama beberapa saat. Akhirnya si ibu minta maaf en ngomong kalau anaknya salah mencet nomor telepon.

Begitulah sebagian kecil cerita pengalaman salah sambungku. Ada yang punya pengalaman lucu soal salah sambung juga? :D

Find or Want Something Januari 13, 2010

Posted by Neng Farah in just another words.
3 comments

the lost dog

Apa yang bisa kalian simpulkan dari gambar di atas? Kalo dilihat, itu adalah gambar seorang polisi dan seekor anjing hilang. Polisi itu bilang, seandainya si anjing punya ID, maka dia pasti sudah memulangkan anjing itu ke rumahnya sekarang. Tapi tahukah kalian? Gambar di atas adalah analogi dari seorang manusia yang sedang mencari atau menginginkan sesuatu. Kok bisa?

Kadangkala kita begitu menginginkan sesuatu atau membutuhkan suatu jawaban dari persoalan kita dengan segera. Tapi seringkali dalam proses usaha dan pencarian, kita sering mengalami stuck dan putus asa. Kok ga dapet2 sih? Kok ga ketemu2 sih? Kok gini, kok gitu? Akhirnya yang keluar dari mulut kita adalah keluhan, keluhan, dan keluhan. Hati kita juga dipenuhi keputusasaan karena tak kunjung juga mendapatkan apa yang kita inginkan atau solusi dari permasalahan kita. Padahal sebenarnya jawaban2 yang ada sudah ada di sekitar kita, tapi sayangnya kadang kita mengabaikannya. Seperti gambar di atas kan? Anjing itu berusaha menunjukkan gambarnya di selebaran yang ditempel di pengumuman pada polisi itu tapi polisi itu terlalu fokus dengan anjing itu sehingga tidak memperhatikan papan pengumuman di sampingnya. Seperti itulah juga kita dalam menghadapi masalah.

Kadangkala kita terlalu fokus pada permasalahan atau keinginan kita, sampai2 kita mengabaikan jawaban2 yang sebenarnya ada di sekitar kita. Kita terus berkubang pada masalah dan keinginan kita sehingga secara tidak sadar kita tidak mengijinkan diri kita untuk melihat sisi lain dimana seharusnya jawaban itu berada.

Aku punya sebuah cerita yang mungkin bisa membantu untuk memahami maksud paragraf di atas. (lagi…)

He’s Just Not That Into You Januari 11, 2010

Posted by Neng Farah in pilem.
add a comment

He's Just Not That Into You

But sometimes we’re so focused on finding our happy ending.

We don’t learn how to read the signs.

How to tell the ones who want us from the ones who don’t.

The ones who will stay from the ones who will leave.

And maybe this happy ending doesn’t include a wonderful guy.

Maybe it’s you…on your own…picking up the pieces and starting over.

Freeing yourself up for something better in the future.

Maybe the happy ending is just…moving on.

Or maybe the happy ending is this:

Knowing that through all the unreturned phone calls and broken hearts…through all the blunders and misread signals…through all of the pain and embarrassment…you never, ever gave up hope.

Film ini mengisahkan kisah cinta yang berbeda antar tokoh di dalamnya dan masalah2 yang mereka hadapi. Tokoh pertama adalah Gigi yang hampir selalu ditolak oleh pria. Tapi walaupun begitu dia tidak pernah menyerah. Begitu juga ketika dia ditolak oleh Conor, seorang agen real estate. Akhirnya Gigi nekat pergi ke club dimana Conor sering berada. Saat itulah dia bertemu dengan Alex yang merupakan pemilik club dan juga sahabat dekat Conor. Dengan Alex, Gigi bercerita banyak hal dan Alex sering memberinya nasehat tentang pria.

Conor sendiri terlibat cinta bertepuk sebelah tangan. Sudah lama dia tertarik dengan Anna yang hanya menganggapnya sebagai sahabat. Anna sendiri secara tidak sengaja bertemu dengan Ben di sebuah mini market. Di situlah awal dari cinta terlarang antara Anna dan Ben yang notabene sudah menikah dengan Janine.

Tokoh selanjutnya adalah Beth dan Neil, pasangan yang sudah berpacaran selama 7 tahun tapi belum juga menikah. Beth menginginkan pernikahan tapi Neil sendiri adalah orang yang tidak percaya pada pernikahan.

Lalu yang terakhir adalah Mary. Mary adalah sahabat Anna. Dia mencari pria lewat MySpace dan akhirnya menemukan pria yang menarik, yaitu Jude.

Masalah pun mulai bergulir di antara tokoh2nya. (lagi…)