Aku meminta kekuatan dan Allah memberikanku kesulitan untuk membuatku semakin kuat
Aku meminta kebijaksanaan dan Allah memberikanku permasalahan untuk kuselesaikan
Aku meminta keberanian dan Allah memberikanku rintangan untuk kuatasi
Aku meminta cinta dan Allah memberikanku seseorang untuk kutolong
Aku meminta sesuatu dan Allah memberikanku kesempatan

Mungkin aku tidak selalu mendapatkan apa yang aku inginkan, tapi aku selalu mendapatkan apa yang aku butuhkan

Kata-kata di atas ga sengaja aku temuin entah dimana, aku lupa :P .Yang pasti, kata2 di atas merupakan bukti bahwa Allah begitu mencintai kita dengan begitu sempurna. Allah tidak serta merta memberikan apa yang kita minta tapi memberikan kita kesempatan untuk menjadi seperti yang  kita minta. Allah ingin kita belajar dari semua proses yang kita lalui karena sesungguhnya proses itulah yang membuat kita kuat, bukan hasil akhir. Dari proses itu juga, kita akan tahu sebenarnya apa yang lebih baik untuk kita jika kita mau membuang semua emosi negatif kita. Setelah itu, hasil akhir pun tidak akan lagi menjadi masalah karena kita sudah tahu bahwa itu yang terbaik.

Gimana cara menghadapinya? Allah sudah menyebutkannya dalam Al-Qur’an di banyak ayat. Sabar dan ikhlas is the way. Sabar menghadapi situasi apapun yang menimpa kita. Ikhlas menerima apapun keputusan Allah untuk kita. Allah tahu yang terbaik untuk kita. Seperti dikatakan dalam Al-Qur’an juga (mungkin ga sama persis :P ) :

Kadangkala sesuatu yang kita sukai itu tidak baik untuk kita menurut Allah dan kadangkala sesuatu yang tidak kita sukai itu baik untuk kita

Who knows? Karena itu berbaik sangkalah pada Allah. Jangan begitu ngotot mendapatkan yang kita inginkan bahkan sampai menghujat Allah karena tidak mengabulkannya, karena Allah lebih tahu dari kita. Jangan juga begitu menjauhi sesuatu yang tidak kita sukai karena bisa jadi sesuatu itu baik untuk kita. Mungkin justru pikiran negatif kita sendiri yang menghalangi kita melihat kebaikan pada sesuatu itu.

Karena itu, lihatlah dari semua sisi. Jangan hanya memandang dari 1 sisi. Jangan juga menilai diri terlalu rendah apalagi memandang orang lain terlalu rendah karena bisa jadi orang itu jauh lebih baik daripada kita. Lihatlah sesuatu atau seseorang dari sisi baiknya karena selama kita selalu berpatokan pada keburukannya, maka kita tidak akan pernah bisa melihat kebaikannya.

Hehe..itu aja dulu sih. Sebenernya aku nulis ini juga untuk diriku sendiri. Hope I can be a better person :)

Alhamdulillah, rasanya belum pernah aku setenang ini. Rasanya hati ini selalu bahagia walau apapun yang terjadi. Rasa sesak di hati yang selalu kurasakan 3 bulan ini di hati sudah banyak berkurang yang artinya (mungkin) segala beban di hatiku, termasuk keinginan2, emosi2, rasa sakit, dsb sudah mulai menguap entah kemana. Kalau ditelusuri ke belakang, aku sampai takjub (dan bersyukur) bahwa aku masih diberi kesempatan hidup hingga saat ini. Bahwa semuanya berangsur membaik.

3 bulan yang lalu hingga beberapa minggu kemudian, aku bolak-balik up down up down up down up down sampe rasanya hati ini udah babak belur saking seringnya jatuh bangun. Kadang aku merasa sudah menerima tapi Allah memberiku cobaan lagi (yang tentu saja tepat menghantam weak point-ku). Dan berhubung ternyata aku belum bisa ikhlas sepenuhnya waktu itu, akhirnya aku jatuh lagi. Tapi aku ga membiarkan diriku jatuh berlama2. Aku selalu bisa bangkit lagi, tentu saja berkat bantuan Allah. Begitu terus berulang2 hingga akhirnya aku ga sampe terjatuh lagi.

Kalo dulu kadang ngomong sesuatu di mulut tapi di hati teriak2, sekarang udah bisa ngomong dengan sepenuh hati. Udah bisa tersenyum sepenuh hati. Udah bisa mendukung sepenuh hati. Aku ngelakuin itu semua tanpa ada lagi tujuan tertentu di hatiku. Ketika suatu waktu aku mendengar sesuatu yang dulu bakal menyakiti hatiku, sekarang ga terasa apa2. Bukan karena perasaanku udah menghilang. Tapi kubiarin aja semuanya berjalan sesuai kehendak-Nya. Aku ga lagi berusaha agar jalan itu sesuai dengan keinginanku. Aku percaya, apapun yang terjadi itulah yang terbaik.

Apalagi sekarang ada hal lain yang lebih ingin kuraih di depanku yaitu masa depanku sendiri. Aku ingin menyelesaikan kuliahku dengan sebaik2nya. Aku ingin menghabiskan waktu bersama teman2ku mumpung masih bisa karena suatu hari nanti saat2 ini pasti akan kurindukan. Aku ingin membuat kenangan yang indah di tahun2 terakhir kuliahku.

Iya, aku pasti bisa. Kalau dulu aku bisa, kenapa sekarang ga bisa? Ini cuma ulangan aja :)

Baby you’re so beautiful
And when I’m near you I can’t breathe
A girl like you gets who she wants
When she wants it
You’re so out of my league
I show you no emotion
Don’t let you see what you’re doin’ to me
Imagine the two of us together
But I’ve been livin’ in reality

A girl like you gets who she wants

When she wants it

You’re so out of my league

I show you no emotion

Don’t let you see what you’re doin’ to me

Imagine the two of us together

But I’ve been livin’ in reality

Fear of rejection, kept my love inside

But time is running out, so damn my

Foolish pride

::Chorus::

Don’t care if you think I’m crazy

Dosen’t matter if it tums out bad

Cos I’ve got no fear of losin’ you

You can’t lose what you never had

Rules are made for breaking
Nothin’ ventured nothin’ gained
I’ll be no worse off then I am right now
And I might never get the chance again
Tried to fight it but it cannot be denied
Told my heart I didn’t want you but I lied
::Repeat Chorus::
Now I’m gonna confess that I love you
I been keepin’ it inside feelin’ I could die
Now if you turn away then that’s OK
At least we’ll have a moment before
You say good bye
Here on the outside lookin’ in
Don’t wanna stay dreamin’ ’bout
What could have been
I need to hear you speak my name
Even if you shoot me down in flames

*lagu yang bener2 bikin dejavu, masih kayak gitu atau ga ya? :) )

Ternyata beginilah rasanya menerima vonis. Rasa pasrah dan tidak terima bercampur jadi satu. Mulut berujar terima tapi hati sakitnya minta ampun. Wakakaka…padahal ini bukan pertama kalinya aku menerima vonis yang sama. Mungkin ini sudah kesekian kalinya. Tapi ya berhubung akunya ga kapok2 berusaha makanya akhirnya tetep maju terus pantang mundur deh. Walaupun kesandung berkali2, tetep aja terus berusaha berlari. Gimanapun perihnya, pokoknya kudu maju terus.

Tapi gimanapun, kalo udah menghadapi dead end, mau ga mau kita harus berhenti dan berjalan mundur. Walaupun tenaga masih tersisa dan asa masih ada tapi sudah tidak ada jalan lagi untuk maju. En akhirnya yang bisa kita lakukan sekarang adalah mundur. Kalo emang  jodoh, Allah pasti akan memberikan alternatif jalan ketika kita menyusuri jalan mundur. Tapi kalo ga, Allah akan memberikan jalan lain yang mengarahkan kita kepada jodoh kita. Intinya, mundur itu emang perlu.

Tapi aku lega, setidaknya aku sudah berusaha sekuat tenagaku untuk meraihnya, untuk memperjuangkan cintaku. Emang sih, aku sedih dan sakit. Tapi berdasarkan pengalaman, aku selalu bisa bangkit dari keterpurukan. Aku selalu bisa tersenyum lagi. Hehe…Allah pasti akan memberikan yang terbaik untukku. Sebentar lagi pasti badai ini akan segera berakhir. Pasti :)

Hmm…lagi2 aku nulis hal geje nech…hehe…yah…tapi daripada dipendem dalam hati en bikin perasaan ga enak, mending tak tulis aja deh di blog tercintaku ini :P

Udah berulangkali aku jatuh bangun soal urusan percintaan. Udah sering juga ngalamin kisah yang berbeda2. Bukan yang pertama juga aku jatuh cinta sama orang yang menyukai orang lain. Sayangnya, berulangkali seperti itu sama sekali ga bikin aku terbiasa. Sebenarnya aku senang mendengarkan kisah2 mereka soal orang yang disukainya. Aku suka melihat binar di mata mereka, binar yang mungkin juga ada di mataku ketika melihat mereka.

Aku juga ikut sedih kalau mereka sedih karena aku tahu rasanya berada di posisi mereka. Aku tahu perihnya cinta tak terbalas. Aku tahu rasanya putus asa. Tapi kadang jauh di dalam lubuk hatiku aku berbisik:

Lihatlah aku…aku mencintaimu. Jika boleh, aku dengan senang hati nemenin kamu. Jika boleh, aku dengan senang hati akan selalu ada di saat kamu membutuhkanku. Jika boleh, aku dengan senang hati akan selalu ada buat kamu dalam suka dan duka. Aku akan selalu menerima bagaimanapun keadaanmu. Aku tak akan pernah meninggalkanmu sendiri. Aku tak akan pernah berhenti mencintaimu.

Tapi sekali lagi, semua itu tertahan di tenggorokanku. Karena memang bukan aku yang mereka inginkan. Bukan aku yang ada di hati mereka. Jadi  ya sudahlah, aku juga ga bisa apa2. Aku cuma bisa terdiam dan berdoa, semoga mereka bahagia.

Halaman Berikutnya »